Perjalanan Karier BJ Habibie , Presiden Ketiga RI Yang Juga Dikenal Sebagai Bapak Teknologi Indonesia

Perjalanan Karier BJ Habibie , Presiden Ketiga RI Yang Juga Dikenal Sebagai Bapak Teknologi Indonesia post thumbnail image

Perjalanan Karier BJ Habibie – Kepergian Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih kita kenal dengan BJ Habibie pada 11 September 2019 lalu memang memberikan luka yang cukup mendalam untuk kita para warga Indonesia.

Perjalanan Karier BJ Habibie

Perjalanan Karier BJ Habibie

Selain dikenal sebagai Presiden RI Ketiga , BJ Habibie juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Eyang Habibie , begitu sapaannya , lahir di Parepare , Sulawesi Selatan , 25 Juni 1936. Anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo ini menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago.

Setelah lulus , BJ Habibie meneruskan pendidikannya kebidang teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung yang sekarang kita kenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Masih belum puas dengan pendidikan yang dimilikinya membuat BJ Habibie kembali melanjutkan pendidikannya di luar negeri tepatnya di RWTH Aachen , Jerman Barat. BJ Habibie yang terdaftar sebagai mahasiswa studi teknik penerbangan , spesialisasi konstruksi pesawat terbang berhasil menerima gelar diploma pada tahun 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Mendapatkan gelar lulusan terbaik membuat BJ Habibie mudah mendapatkan pekerjaan di sebuah penerbangan di Hamburg, Jerman. Namun di tahun 1973 , dirinya memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena permintaan Soeharto.

Alasan Soeharto memulangkan BJ Habibie karena ingin dirinya menjadi slot online Menteri Negara Riset dan Teknologi. Alhasil , BJ Habibie pun resmi menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 1978 hingga 1998.

Menjabat sebagai Menristek membuat BJ Habibie ingin membuat pesawat karya bangsa Indonesia melalui PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN).

Alhasil terciptalah pesawat N-250 yang dirancang asli oleh BJ Habibie. Nama N yang terdapat pada N-250 ini memiliki arti Nusantara yang dimana desain , produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia.

Perjalanan Karier BJ Habibie

Pesawat N-250 merupakan upaya IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang yang diluncurkan pada 1995. Sayangnya, proyek pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1997.

Tidak lama setelahnya , BJ Habibie menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia di tahun 1998 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7. 

Teori Crack Progression

Perjalanan Karier BJ Habibie

Tidak hanya terkenal dalam dunia penerbangan di Indonesia , nama BJ Habibie juga berhasil membuat kagum dunia penerbangan di dunia berkat teori Crack Progression yang dibuatnya.

Teori ini adalah teori yang dipakai untuk memperkirakan titik awal retakan di sayap pesawat terbang.

Konstruksi sayap pesawat yang retak terjadi karena material struktur dalam pesawat “lelah” atau mengalami fatigue. Kelelahan dari bahan ini sulit dideteksi pada tahun 1960-an, oleh karenanya kecelakaan pesawat menjadi sering terjadi.

Kelelahan pesawat biasa terjadi pada bagian penghubung sayap dan bodi utama pesawat terbang atau penghubung sayap dan mesin. Dua bagian biasanya memang terus mengalami guncangan selama take off dan landing pesawat.

Karena guncangan itulah, timbul retakan atau crack akibat fatigue klikwin88 login pada material penghubung. Memang, awalnya retakan sangat kecil ukurannya, namun karena tak terdeteksi, bisa saja retakan makin besar dan bahaya menanti bahkan bisa membuat sayap patah saat take off.

Hingga saat ini teori tersebut masih digunakan dalam dunia penerbangan di dunia. Teori tersebut dianggap berhasil meningkatkan standar keamanan pada pesawat, mengurangi kecelakaan, dan membuat proses perawatan pesawat lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post