Cerita Kisah Kehidupan Boenjamin Setiawan

Cerita Kisah Kehidupan Boenjamin Setiawan

Dr. Boenjamin Setiawan Ph.D. atau Dr. Boen adalah seorang dokter dan pengusaha terkaya di Indonesia. Ia dipilih oleh PT. Kalbe Farma, perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Benjamin Setiawan lahir dengan nama Khouw Liep Boen pada tanggal 27 September 1933 di Tegal, Jawa Tengah. Lebih populer disebut Dr. Boen, cerita kisah kehidupan Boenjamin Setiawan adalah seorang pekerja bergaji sebelum mendirikan Kalbe Farma dari sebuah garasi pada tahun 1966 bersama saudara-saudaranya. Di tahun-tahun mendatang, ia mampu menumbuhkan kekayaan keluarga, sampai Krisis Keuangan Asia tahun 1997 memaksanya untuk mengkalibrasi ulang. Setiawan menjual beberapa aset dan meminjam dari bank untuk memperkuat bisnis intinya, sambil juga melakukan diversifikasi ke properti dan logistik.

Cerita Kisah Kehidupan Boenjamin Setiawan

Pada 2012, keuangan Setiawan yang sekarang kuat memungkinkan akuisisi merek minuman kesehatan, Hale International, serta usaha patungan dengan Milko Beverage, untuk memproduksi minuman kesehatan seperti Sakatonik, Fatigon dan Extra Joss. Kekayaan keluarga Setiawan saat ini bernilai lebih dari US$4 miliar, jumlah yang termasuk saham di rumah sakit umum Mitra Keluarga, yang mengoperasikan 25 rumah sakit. Pada tahun 2014, Setiawan mendapat penghargaan Economic Challenges Lifetime Achievement Award, sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap industri kesehatan Indonesia. Boenjamin muda menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata. Boenjamin juga menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota yang sama dengan kota kelahirannya.

Setelah lulus SD, Boenjamin melanjutkan pendidikan SMP dan SMA-nya di Jakarta. Pada tahun 1958, Boenjamin menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kecemerlangan Boenjamin tidak berhenti di situ. Ia kemudian daftar akun melanjutkan pendidikan pasca sekolah menengahnya hingga meraih gelar Ph.D. di Amerika Serikat. Boenjamin meraih gelar Ph.D. dari University of California. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengajar di almamaternya FKUI. Pada tahun 1961, ia mencari dana untuk mendanai penelitian tentang diabetes dan obat antihipertensi.

Seorang pria dari keluarga penjual kerupuk juga menawarkan dana Rp30 juta kepada Wim Kalona, ​​pengusaha farmasi yang dikenalnya, pemilik PTDupa. Namun, pengusaha itu menolak lamarannya. Wim juga berpesan jika ingin melakukan riset, harus membuat perusahaan sendiri. Tahun 1963 disebut sebagai masa-masa awal cerita kisah kehidupan Boenjamin Setiawan yang memulai peruntungannya sebagai pengusaha. Bersama beberapa rekannya ia mendirikan PT Farmindo. Sayangnya, karena kurangnya pengalaman dalam bidang pemasaran, perusahaan ini hanya ada selama beberapa tahun. Pabrik tersebut terletak hanya di bengkel milik pasien saudaranya di wilayah utara Jakarta.

Produk obat pertamanya adalah Bioplacenton. Obat ini mengandung ekstrak plasenta dan neomisin sulfat dan digunakan untuk mengobati trauma, terutama luka bakar. Keunggulan inilah yang dimanfaatkan Kalbe Farma sepenuhnya di bawah kepemimpinan Dr. Boen. Siapa sangka Kalbe Farma kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan salah satu perusahaan perawatan kesehatan terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1991. Dr. Boen dan saudara-saudaranya memiliki saham yang cukup besar. Ia juga mengendalikan Mitra Keluarga, perusahaan publik yang mengoperasikan 25 rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.